Cara Budidaya Bawang Merah di Pekarangan Rumah

Cara Budidaya Bawang Merah di Pekarangan Rumah

Tanaman yang berukuran kecil ini bukan hanya buahnya yang berguna, tetapi daunnya juga dapat dijadikan bahan masakan.

Bawang merah sangat mudah dapat kita lihat di keseharian kita baik dalam keadaan masih mentah maupun dalam keadaan sudah diolah seperti bawang goreng dalam kemasan.

Cara menanam dan budidaya bawang merah tergolong mudah.  Bawang merah memiliki berbagai kelebihan. Diantaranya banyak gizi yang terkandung dalam bawang ini seperi asam folat, kalium dan vitamin C.

Asam folat sendiri terkenal sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat membantu proses pembentukkan otak pada janin. Bawang merah dapat memberikan tambahan rasa yang lezat pada masakan.

1. Lahan dan Media Tanam Bawang Merah

Lahan dan media tanam bawang merah memang beraneka macam. Anda dapat melakukan budidaya bawang merah di dalam pot, polybag atau tanah yang ada di pekarangan.

Namun pastikan jika tanah pada pekarangan memiliki kondisi yang lembab. Sebelum menanam bibit, Anda juga harus melakukan penggemburan pada tanah dan menambahkan pupuk.

2. Pemilihan Benih

Tidak sulit menanam bawang merah karena Anda dapat menggunakan benih, umbi atau akar dari bawang. Dalam kasus penanaman benih pastikan Anda menanamnya secara menyebar.

Cara yang lebih mudah, Anda dapat langsung menanam daun bawang utuh ke dalam media yang telah disediakan. Tentu lebih mudah karena daun bawang mudah ditemukan.

3. Merawat Tanaman Sehari-hari

Saat benih dari bawang merah telah tertanam saatnya Anda melanjutkan perawatan terhadap tanaman bawang merah. Dimulai dengan menyiram tanaman di pagi dan sore hari.

Proses ini dapat Anda lakukan secara rutin selama 10 hari lamanya sebelum kemudian dikurangi menjadi hanya sekali dalam satu hari. Pastikan keadaan tanah selalu lembab.

4. Pemberian Pupuk

Saat tanaman bawang merah mulai tumbuh, Anda perlu memastikan bahwa tanah di sekitarnya harus ada dalam kondisi basah.

Setelah tanaman berusia 2 minggu, Anda dapat memulai untuk memberi pupuk pada tanaman.

Pilih pupuk yang tidak mengandung senyawa kimia untuk menjaga bawang merah tetap organik dan lebih sehat ketika dikonsumsi.

5. Menghindari Ancaman Hama dan Penyakit

Semua orang tentu ingin tanamannya bebas dari berbagai hama dan penyakit. Tetapi terkadang kita tidak dapat menghindarinya. Hama seperti ulat dan cacing kadang muncul di musim penghujan.

Untuk langkah pembasmian, selalu gunakan pestistida yang berbahan organik. Tujuannya adalah untuk menghindari persebaran zat kimia dalam bawang merah.

6. Panen Bawang Merah

Bawang merah biasanya dapat dipanen setelah berusia 70 hari. Ini dapat dilihat saat beberapa lembar daun bawang akan berwarna kuning dan jatuh.

Setelah di panen sebagian petani biasanya akan menjemur bawang dibawah sinar matahari selama 2 minggu. Bawang merah yang kering biasanya lebih jarang busuk dan memiliki harga jual yang tinggi.

Tentu ada banyak kelebihan dan kekurangan dari menanam bawang sendiri. Selain terjamin bebas dari penyemprotan kimia seperti pestisida dan insekisida.

Cara menanam dan budidaya bawang merah juga tergolong mudah, anda dapat mengajak anggota keluarga untuk membantu proses penanaman.

Anda dapat memanfaatkan lahan di sekitar rumah Anda untuk menanam bawang merah untuk kebutuhan dapur Anda sehari-hari.

Meskipun terdengar agak merepotkan tetapi tentu kita akan merasakan perbedaan ketika memasak dan mengkonsumsi makanan dari hasil kebun sendiri. Siapa yang mengira bahwa bertani akan semudah ini.

Loading...
0 Shares

No Responses

Write a response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this:

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close