Budidaya Mentimun, si Hijau yang Kaya akan Manfaat

Budidaya Mentimun, si Hijau yang Kaya akan Manfaat

Budidaya mentimun organik atau yang memiliki nama latin Cucumis sativus merupakan hal menarik untuk diketahui karena tanaman ini sangat bagus pada berbagai iklim.

Iklim yang kering, kisaran 21 sampai 27 derajat celcius merupakan suhu yang tepat untuk menanam mentimun dengan baik.

Permukaan di atas 1000 sampai 1200 meter di atas permukaan laut juga merupakan tempat yang cocok untuk membudidayakan mentimun.

Berbagai ketentuan ini tidak mutlak karena mentimun tetap dapat tumbuh dengan subuh di dataran lebih rendah dari ketentuan di atas sekalipun.

Cara Budidaya Mentimun Sendiri

Meskipun termasuk tanaman yang mudah diletakkan di mana saja, akan tetapi mentimun tetap akan tumbuh baik melalui proses penanaman yang juga baik.

Untuk informasi lebih detail terkait tahapan penanaman mentimun, Anda dapat menyimaknya dari berbagai cara di bawah ini:

1. Penyiapan Benih

Benih yang dipersiapkan untuk penanaman kembali mentimun adalah biji dari mentimun itu sendiri. Pemilihan benih yang pas adalah mentimun yang berbuah dari pangkal paling kecil dengan ukuran buah yang paling panjang serta besar.

Lokasi penanaman mentimun lebih baik di daerah banyak unsur hara.

Pengolahan benih yang baik adalah biji mentimun direndam dulu selama 3 sampai 5 jam agar kondisinya lembab. Tunas akan tumbuh setelah 15 sampai 24 jam kemudian.

Ketika tanda-tanda ini sudah didapatkan barulah Anda dapat mulai menanam benih mentimun pada tanah yang sudah diolah.

2. Pengolahan Lahan

Hal selanjutnya yang dapat ditempuh untuk membudidayakan kacang tanah adalah proses pengolahan lahan atau tanah kebun.

Hal pertama yang harus dilakukan sebagai pengolahan tanah adalah membajak tanah sejauh 20 sampai 30 cm dalamnya. Untuk tinggi bedengan seukuran lebar 1 meter dan tinggi 20-30 meter.

Berikutnya Anda dapat membuat lubang dengan diameter sejauh 10 cm dan pembuatan jarak antar lubang kurang lebih 40 cm.

Sementara jarak dari satu baris ke baris berikutnya kurang lebih 50 sampai 60 cm. Berikan pupuk kandang sebelum tanah dibubuhi benih atau berbagai biji dari buah mentimun.

3. Penanaman Benih

Jika semua persiapan tanah sudah selesai selanjutnya Anda dapat melanjutkan tahapan penanaman benih pada tanah.

Tidak sembarang biji yang dapat ditanam sebagai bibit, Anda harus memilih biji mentimun yang telah mengeluarkan tunas. Dengan demikian proses budidaya mentimun dapat berjalan lancar.

4. Perawatan

Setelah benih ditanam, langkah lainnya untuk membudidayakan mentimun adalah melakukan perawatan maksimal. Di hari ke-3 atau ke-4 sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan apakah ada indikasi mentimun yang seharusnya dibuang atau tidak.

Jika ada, sebaiknya segera dibuang demi kelangsungan budidaya mentimun hingga masa panen.

5. Pengendalian Hama

Untuk pengendalian hama ini hal yang dapat Anda lakukan adalah penggunaan jenis biopestisida dari gadung dan tepung kipait yang dicampurkan dengan air kencing kelinci.

Campuran ini tidak perlu diterapkan apabila kondisi tanaman mentimun terlihat baik-baik saja. Namun, tetap perlu dikontrol.

6. Panen

Panen baru dapat dilakukan setelah semua tahapan di atas dilalui dengan baik. Jika hasil panen tanaman mentimun pertama cukup baik, Anda dapat melanjutkan budidaya kedua dan ketiga, seterusnya.

Berapa kali pun mentimun ditanam, membutuhkan perhatian detail dari pemilihan bibit sampai masa panen.

Dari mulai penyiapan benih hingga tahapan panen akan berjalan dengan baik apabila Anda tidak sembarangan pada tiap tahapannya.

Semua tahapan budidaya mentimun organik harus melalui tahapan yang maksimal dan detail. Tidak dapat dianggap sepele sekalipun kualitas benih sudah yang terbaik.

Loading...
0 Shares

No Responses

Write a response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this:

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close