Cara Membuat Pupuk Bokashi

Bokashi sendiri merupakan istilah yang diambil dari bahasa bahasa Jepang yang memiliki arti perubahan secara bertahap.

Bokashi merupakan sebuah metode fermentasi beberapa jenis bahan organik menggunakan starter aerob yang berlangsung dengan cepat dan terbukti efektif. Cara membuat pupuk bokashi juga ternyata cukup mudah dilakukan.

Material organik yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk bokashi adalah bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitaran Anda seperti kotoran ternak, sampah organik atau sampah dapur.

Bagi Anda yang dirumah memiliki hewan ternak tentu ini akan lebih mempermudah Anda untuk membuat pupuk bokashi karena kotoran adalah bahan dasarnya.

Cara Membuat Pupuk Bokashi yang Mudah

1. Siapkan Bahan

Anda dapat menyiapkan bahan seperti kotoran ternak yang sudah kering, kemudian jerami, beberapa jenis daun hijau, tanah humus, dedak, arang sekam, dolomit atau abu bakaran, gula pasir dan EM4.

Semua disiapkan sesuai dengan keinginan Anda berapa banyak membutuhkan pupuk bokashi. Bila untuk kebun sendiri, 60 kg mungkin sudah cukup.

2. Buat Lubang

Lubang digunakan sebagai media untuk fermentasi. Buat lubang dengan ukuran kedalaman 30 cm dan ukuran sekitar 1×0,5 cm.

Tetapi ukuran lubang dapat disesuaikan dengan banyaknya pupuk yang akan Anda buat. Buat lubang di tempat yang terlindung dari sinar matahari agar pupuk tidak terkena sinar matahari secara langsung.

3. Mencampurkan Bahan

Pertama campurkan cairan EM4 dengan air bersih lalu aduk. Kemudian campurkan gula dengan larutan ini dan aduk kembali hingga rata.

Langkah selanjutnya, Anda dapat memasukkan jerami dan dedaunan setelah sebelumnya dicincang terlebih dahulu. Jika sudah rata Anda dapat mencampurkan dengan bahan lainnya sebelum dimasukkan ke lubang.

4. Mengatur Kelembapan

Cara untuk melakukan pengecekan terhadap kelembapan cukup mudah. Hanya dengan menggenggam campuran bokashi dengan tanah Anda dapat melakukannya.

Untuk mengetahui kelembapan, apabila saat Anda menggenggam campuran menggumpal namun tidak pecah dan mengeluarkan air, itu berarti kelembapan sudah sesuai.

5. Memasukkan Campuran

Setelah kelembapan mencapai 30% hingga 40%, Anda dapat memasukkan campuran ke dalam lubang yang telah disediakan. Masukkan campuran secara perlahan hingga memenuhi lubang.

Setelah selesai, Anda dapat menutupnya dengan rapat menggunakan tutup berupa plastik hitam atau terpal untuk menghindari gangguan.

6. Menjaga Suhu

Sebelum dapat digunakan, Anda harus memastikan agar suhu pupuk bokashi tidak terlalu panas. Caranya dengan sesekali membuka penutup plastik agar mendapat sirkulasi udara.

Selain itu Anda dapat juga mengaduk campuran bokashi. Ini dilakukan setiap hari sebelum pupuk bokashi jadi. Jangan lupa untuk menutup kembali setelah membukanya.

7. Menyiapkan Pupuk

Setelah melewati masa fermentasi selama 2 minggu, pupuk bokashi siap untuk dipergunakan. Anda dapat memindahkannya ke dalam tempat yang sesuai dengan keinginan Anda. Pupuk bokashi dapat Anda gunakan pada tanaman untuk meningkatkan produktivitasnya.

Penggunaan Pupuk Bokashi

Untuk penggunaan pupuk bokashi dapat dilakukan dengan meletakkan 3 hingga 4 genggam bokashi diatas permukaan tanah pada tanaman yang Anda berikan.

Selain itu, Anda juga dapat memasukkan pupuk bokashi kedalam tanah namun sebelumnya Anda harus mencangkul tanah terlebih dahulu.

Bila Anda sering menggunakan pupuk kimia sebelumnya, tanah pasti akan mengeras akibat terpapar zat kimia. Pupuk bokashi dapat menjadi solusi agar struktur tanah dapat menjadi lebih baik.

Selain itu, pupuk bokashi juga telah terbukti meningkatkan produktivitas tanah. Tak heran banyak orang yang penasaran tentang cara membuat pupuk bokashi.

Baca juga: Cara membuat pupuk Hijau

Loading...
Tweet
Share
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like
Cara Menanam Cabe

Cara Budidaya Cabe di Rumah

Kebanyakan orang menyukai rasa pedas pada makanannya. Mulai dari makanan berat seperti gulai pedas sampai dengan cemilan seperti rujak atau keripik pedas menjadi makanan favorit banyak kalangan. Pernahkah Anda berpikir…
View Post