Jenis Kelinci Budidaya

4 Jenis Kelinci Budidaya yang Digemari Peternak

Kelinci adalah salah satu hewan penggerat yang memiliki banyak penggemar. Sebagian orang gemar memelihara kelinci karena cara merawatnya yang tidak terlalu rumit.

Banyak penjual kelinci yang menjual berbagai jenis kelinci budidaya karena banyaknya permintaan pembeli. Ternyata ada banyak kelinci memiliki beberapa jenis dari Negara yang berbeda.

Selain menjadi hewan peliharaan ada beberapa orang yang membuat peternakan kelinci untuk mencari dagingnya untuk dikonsumsi atau bulu kelinci untuk digunakan sebagai aksesoris.

Namun belakangan ini sudah banyak merk fashion ternama yang mengumumkan tidak lagi menjual barang fashion yang menggunakan bulu kelinci.

Berikut 4 Jenis Kelinci Budidaya

1. Flemish Giant

Jenis kelinci yang satu ini berasal dari sebuah daerah di Belgia yang bernama Flanders. Kelinci jenis Flemish Giant biasa dibudidayakan untuk peliharaan namun ada sebagian juga yang menggunakan dagingnya untuk dikonsumsi dan juga mengambil bulunya karena jenis kelinci ini memiliki tubuh yang cukup besar dan bulu yang bagus.

Flemish Giant bisa tumbuh hingga memiliki panjang 50 cm dengan berat 6.5 kg hingga 12 kg. Jenis ini cukup besar jika dibandingkan dengan jenis kelinci lainnya.

Kelinci jenis ini memiliki ciri kepala yang lebar serta telinga panjang berdiri keatas dengan panjang 15 cm. Untuk mengawinkan jenis ini, Anda harus menunggu hingga kelinci berusia 10 hingga 12 bulan.

2. New Zealand White

Kelinci New Zealand memiliki harga pasaran mulai dari Rp. 75.000 hingga Rp. 350.000 tergantung dari berat dan usia kelinci. Kelinci ini biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan daging dan bulunya.

Bulu dari jenis kelinci ini memiliki 4 warna yakni merah, hitam, putih dan broken white. Kelinci dengan bulu warna merah adalah kelinci favorit untuk jenis ini.

New Zealand White memiliki masa hidup selama 10 tahun bila Anda memeliharanya dengan baik. Caranya Anda harus menghindarinya dari pemicu stress.

Kelinci jenis ini juga dapat menghasilkan10 hingga 12 anak kelinci dalam sekali kehamilan sehingga akan membuat keuntungan pada peternaknya.

3. Netherland Dwarf

Sesuai dengan namanya Netherland Dwarf, kelinci jenis ini memiliki tubuh yang mungil yaitu dengan berat sekitar 500 gram hingga 1.250 gram.

Kelinci ini memang berasal dari negeri kincir angin, Belanda, tetapi kelinci Netherland Dwarf adalah hasil persilangan dari jenis kelinci polandia dan kelinci liar.

Itulah mengapa kelinci ini tidak cocok menjadi kelinci peliharaan yang berada di sekitar anak kecil karena kelinci yang satu ini memiliki sifat liar dan sulit untuk dijinakkan.

Kelinci ini juga sangat lincah dan karena bentuknya yang lucu membuatnya seringkali dijadikan kelinci show.

4. Rex

Kebanyakan kelinci memang berasal dari benua Eropa termasuk jenis kelinci yang satu ini. Kelinci Rex berasak dari Perancis dan pertama kali ditemukan di tahun 1919.

Kelinci Rex memiliki bulu yang cantik, halus dan pendek seperti beludru. Kebanyakan kelinci jenis ini memiliki berat 3 kg hingga 6 kg.

Kelebihan dari jenis kelinci ini adalah banyaknya variasi warna bulu yang dimiliki mulai dari hitam, putih, merah hingga biru. Selain itu bulunya juga kuat dan tidak mudah rontok.

Untuk memiliki masa hidup yang lebih panjang, Anda sebaiknya menempatkan kelinci ini jauh dari rumah dan asap. Jauhkan juga dari predator seperti kucing.

Bagi sebagian keluarga, kelinci merupakan salah satu cara mengenalkan anak usia dini dengan hewan peliharaan.

Selain bentuknya yang lucu dan bulunya yang halus, merawat kelinci juga tidak serumit merawat anjing atau kucing. Jenis budidaya kelinci juga banyak sehingga Anda dapat memilih jenis sesuai dengan kebutuhan Anda.

Loading...
Tweet
Share
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like