Cara Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao

Dari berbagai macam penyakit dan hama yang menyerang pohon buah kakao, hama penggerek adalah salah satu hama yang paling ditakuti oleh para pembudidaya buah kakao.

Kurangnya pengetahuan tentang cara pengendalian hama penggerek buah kakao, menjadi salah satu penyebab tumbuh dan berkembangnya hama pada buah kakao.

Hama penggerek atau yang memiliki nama ilmiah conophomorpa cramerella dapat menyebabkan penurunan produktivitas pohon hingga 80%, biji buah kakao yang terserang hama ini juga turun kualitasnya secara drastis.

Serangan hama bisa ditandai dengan berubahnya warna buah kakao menjadi hijau-kuning atau terlihat matang sebelum waktunya.

Cara Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao

1. Penanganan hama penggerek dengan cara kultur teknis

  • Menangani atau mengendalikan hama penggerek secara kultur teknis bisa dilakukan diawal penanaman pohon kakao. Caranya adalah dengan memilih atau menanam pohon kakao dengan klon atau bibit unggul yang tahan akan serangan hama penggerek ini.
  • Jangan memilih pohon yang salah untuk digunakan sebagai pohon penaung atau pohon pelindung pohon kakao di kebun Anda. Pemilihan pohon penaung atau pohon pelindung yang salah justru akan menungkatkan pertumbuhan hama penggerek.

Beberapa pohon penaung atau pohon pelindung yang harus dihindari adalah; pohon kumis kucing, pohon rambutan, pohon langsat, pohon cola, pohon namnam, dan pohon pulasan.

Menanam pohon penaung atau pohon pelingdung tersebut akan membuat populasi hama penggerek menjadi lebih tinggi.

  • Lakukan pembungkusan atau kondomisasi pada buah kakao, agar imago dari hama penggerek tidak dapat bertelur atau meletakkan telurnya pada permukaan buah kakao yang mulai tumbuh.

Lakukan pembungkusan atau kondomisasi sejak buah kakao masih kecil dan berukuran sekkitar 8-12 cm. Bungkuslah buah kakao dengan menggunakan plastik yang bening.

Gunakan plastik bening yang memiliki ukuran minimal sekitar 30 x 15 cm. lubangi plastik bagian bawah buah yang di bungkus untuk menjaga kelembaban buah kakao itu sendiri.

  • Lakukan pemupukan dengan cara, dosis, dan waktu yang tepat. Pemupukan ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan pohon dari serangan berbagai macam hama.
  • Melakukan sanitasi dan pemanenan yang sering juga dapat memutus siklus hidup dari berbagai macam jenis hama dan penyakit termasuk hama penggerek.

2. Melakukan pengendalian hama secara biologis

Memusnahkan atau mengendalikan hama penggerek dapat dilakukan dengan memberinya musuh alami baik musuh predator maupun musuh parasitnya.

Musuh alami hama penggerek dalam golongan predator antara lain: laba-laba, semut anggrang, dan semut hitam.

Sedangkan musuh parasitoidnya adalah Paraphylax spp., orypus spp., Phaenocarpa spp.,  Ceraphron spp., Beauveria bassiana, serta jamur Trichogrammatoideabactreafumata.

3. Melakukan pengendalian dan pembasmian hama penggerek secara kimiawi

Jika anda sudah melakukan pengendalian hama penggerek secara kultur teknis dan secara biologis namun hama trenggalek masih tetap menyerang pohon kakao yang Anda tanam, pengendalian dan pemusnahan hama penggerek dengan cara kimiawi bisa dilakukan.

Pengendalian hama dan pembasmian secara kimiawi dilakukan dengan memberikan pohon kakao insektisida sistemik maupun kontak yang memiliki bahan aktif misalnya Propoxar 0,1% dan Deltametrin 0,0015%.

Namun, pengendalian hama dengan cara ini sangat tidak dianjurkan karena buah kakao akan terkena atau terpapar bahan kimia aktif yang tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Baca juga: pengendalian penyakit busuk buah kakao

Dengan menerapkan beberapa cara pengendalian hama penggerek yang sudah disebutkan diatas, budidaya buah kakao yang Anda lakukan akan terbebas dari serangan dan ifeksi yang disebabkan oleh hama penggerek buah kakao.

Loading...
Tweet
Share
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like

Cara Membuat Pupuk Bokashi

Bokashi sendiri merupakan istilah yang diambil dari bahasa bahasa Jepang yang memiliki arti perubahan secara bertahap. Bokashi merupakan sebuah metode fermentasi beberapa jenis bahan organik menggunakan starter aerob yang berlangsung…
View Post