Budidaya Belut

Kini Budidaya Belut Tidak Lagi Memerlukan Sawah

Sambal belut, keripik belut, dan belut balado. Siapa yang tidak kenal dengan masakan yang cukup populer tersebut? Banyak masakan nusantara yang menggunakan belut sebagai bahan utamanya.

Sehingga tidak heran jika bisnis budidaya belut saat ini semakin diminati.

Budidaya Belut di Lahan Terbatas

Sebelum melakukan budidaya, pastikan bahwa Anda mengetahui dasar dari budidaya belut meliputi bibit belut, persiapan media tumbuh, pemeliharaan, dan panen.

Hal ini bertujuan supaya Anda memiliki gambaran mengenai budidaya dan menjalankan budidaya dengan tepat.

1. Bibit Belut

Terdapat 2 cara untuk mendapatkan bibit belut. Bagi Anda yang tinggal di desa atau di daerah dimana Anda bisa menemukan sawah atau rawa, maka belut tangkapan bisa Anda jadikan bibit.

Anda bisa menangkap bibit sendiri kemudian membudidayakannya. Sedangkan apabila Anda tinggal di kota, maka bibit hasil budidaya bisa Anda beli kemudian dibudidayakan sendiri.

Keunggulan dari bibit hasil tangkapan adalah dari segi rasa, bibit tangkapan lebih enak dan harganya lebih tinggi, tetapi kekurangannya adalah ukuran bibit yang tidak sama dan kemungkinan cacat karena metode penangkapan.

Anda bisa menyiasati ukuran yang beragam dengan cara melakukan sortasi dan mengelompokkan belut berdasarkan ukuran yang cukup seragam.

Sedangkan bibit hasil budidaya memiliki ukuran dan kualitas yang lebih seragam serta mudah didapat. Anda hanya perlu memesan kemudian Anda akan mendapatkan bibit tersebut.

Kekurangannya adalah dari segi harga, dimana belut yang berasal dari bibit hasil budidaya memiliki harga yang lebih rendah karena memiliki rasa yang kurang enak dibandingkan belut tangkapan.

2. Persiapan Media

Ada 2 pilihan bentuk tempat budidaya yaitu kolam maupun drum. Namun, apabila lahan yang Anda miliki terbatas, maka budidaya dengan drum bisa Anda pilih.

Cara maupun metode yang dilakukan pada dasarnya tidak berbeda dengan budidaya menggunakan kolam terpal, kolam semen, maupun sawah.

Ada beberapa material yang perlu Anda siapkan untuk mengisi drum yaitu:

  1. Jerami setebal 40 cm sebagai dasar di drum
  2. Mikroorganisme, Anda bisa menggunakan EM4 yang bisa dibeli di toko pertanian.
  3. Kompos setebal 5 cm di atas jerami
  4. Lumpur kering setebal 25 cm di atas kompos
  5. Pupuk TSP sebanyak 5 kg bisa ditaburkan di atas lumpur kering atau dicampurkan terlebih dahulu
  6. Eceng gondok di permukaan sebagai tempat organisme tanah lainnya
  7. Air yang diberikan sampai 50 cm di atas permukaan lapisan terakhir
  8. Pemeliharaan

Anda perlu memastikan bahwa media hidup belut dalam kondisi yang sesuai dengan habitat aslinya. Suhu air harus berkisar antara 26-28ÂșC dan apabila dirasa suhu air terlalu tinggi, dapat diturunkan dengan cara menyiramkan air di atasnya.

Pakan yang diberikan bisa berupa ikan-ikan kecil, keong sawah, atau cacing. Sedangkan untuk mempercepat pertumbuhan, Anda bisa memberikan pelet ikan.

Pemberian pakan bisa dilakukan pada sore hari karena di habitat aslinya, belut akan mencari makan pada malam hari.

3. Panen

Panen belut bisa dilakukan pada saat belut berusia 4 bulan. Anda bisa menyesuaikan waktu panen sesuai dengan kebutuhan pasar yang akan Anda pasok.

Umumnya, pasar domestik Indonesia mempunyai kriteria yaitu belut berukuran kecil sedangkan pasar ekspor menghendaki belut berukuran yang lebih besar.

Budidaya belut memang cukup menguntungkan dan bisa berkepanjangan karena hasil panen saat ini bisa Anda gunakan sebagai indukan untuk periode pemeliharaan selanjutnya.

Keuntungan budidaya ini tentu tidak terlepas dari ketekunan dan kegigihan dalam menjalankan usaha serta belajar dari pengalaman.

Loading...
0 Shares

No Responses

Write a response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: