Cara Menanam Terong di Rumah

Cara Menanam Terong di Rumah

Anda mungkin mencari salah satu solusi penghematan yang dapat Anda lakukan dirumah. Banyak hal-hal penting yang memang tidak bisa dipangkas karena memang pengeluaran wajib.

Namun, Anda dapat mengurangi salah satu pengeluaran dapur dengan cara menanam dan budidaya terong dirumah dengan langkah-langkah yang mudah.

Keseharian Anda mungkin tidak dapat lepas dari terong. Hampir semua tempat makan yang bercita rasa Indonesia menyajikan terong sebagai makanan pelengkap.

Meskipun harganya tidak tergolong mahal, Anda bisa membudidayakan terong dirumah dengan langkah-langkah menanam yang cukup mudah.

1. Memilih Bibit Terong

Jika Anda menginginkan tanaman terong berhasil, Anda harus memilih bibit unggul yang tidak akan gampang rusak dan dapat tumbuh secara baik di kemudian hari.

Bibit terong bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko tumbuhan yang ada di sekitar rumah Anda.

Ciri-ciri yang harus Anda perhatikan saat memilih bibit unggul terong, pertama, pilihlah bibit terong yang terlihat bersih dan mengkilat.

Kemudian pilih bibit dengan bentuk dan ukuran serta warna yang seragam. Pastikan juga jika bibit terong pilihan Anda tidak tercampur dengan benih yang cacat atau rusak untuk menjamin kualitasnya.

2. Memilih Media Tanam

Untuk menanam tanaman terong, pilihlah polybag atau pot yang berukuran besar. Tujuan dari pot yang berukuran besar ini adalah untuk mempermudah Anda melakukan penyemaian.

Bibit terong akan tumbuh lebih baik saat ditanam di polybag atau pot yang lebih besar.

Sebelum menanam tanaman terong, Anda dapat memasukkan tanah dan padi sekam ke dalam polybag atau pot dengan perbandingan 1:1.

Tujuan menambahkan padi sekam adalah untuk proses penggemburan tanah. Ada banyak manfaat dari penambahan padi sekam dalam proses penggemburan tanah.

3. Menyemai Benih Terong

Proses menyemai terong mungkin cukup memakan waktu, namun ini semua bertujuan agar terong dapat tumbuh lebih baik. Langkah pertama, rendam benih terong di dalam air hangat selama sekitar 10 menit.

Buat lubang pada tanah dengan jarak minimum 1cm satu sama lainnya. Kemudian masukkan benih dan tutup tanah.

Siram benih secara teratur pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan tanah. Setelah 1 bulan biasanya akan mulai muncul kecambah pada benih.

Ini menandakan Anda dapat memindahkan tanaman terong ke media tanaman yang lebih besar. Jangan lupa untuk melakukan penggemburan tanah sebelum pemindahan bibit.

4. Pemeliharaan Benih Terong

Ada beberapa langkah dalam pemeliharaan tanaman terong agar nanti dapat tumbuh secara baik. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah penyiraman secara teratur.

Anda juga dapat melakukan pemupukan secara berkala. Pilihlah pupuk kandang yang akan membuat buah terong Anda organik.

Pastikan Anda melakukan pengamatan secara teratur agar hama, penyakit dan gulma dapat terdeteksi lebih awal. Jika Anda melihat gulma segera lakukan pencabutan.

Untuk penyakit dan hama dapat juga dicegah dengan semprotan insektisida dengan takaran yang sesuai. Tancapkan bambu sebagai penyangga tanaman terong yang mulai tumbuh.

Terong akan dapat dipanen dalam waktu 4 hingga 5 bulan setelah ditanam. Pastikan terong yang Anda panen tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.

Dengan cara menanam dan budidaya terong yang mudah ini tentu Anda tidak akan perlu membeli terong di pasar atau swalayan selama beberapa saat kedepannya.

Loading...
0 Shares

No Responses

Write a response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: